Jumat, 06 April 2012

Belajar Tentang Kerendahatian & Mau Melayani


Tanggal 1 April 2012, sang Sultan Hamengku Buwono X mendapat  kunjungan enam orang wartawan di kediamannya di Keraton Kilen, Yogyakarta. 

Namun, pada minggu malam tersebut, ada seorang wartawan yang tidak kebagian kursi sehingga harus berdiri. 

Melihat kejadian tersebut, sang Sultan tersebut langsung berdiri dari kursinya dan keluar dari ruang tamunya.

Rupanya sang Sultan keluar untuk mengangkat sendiri kursi tambahan untuk sat wartawan yang tidak kebagian kursi tersebut.

Tentu saja melihat kejadian tersebut para tamu menjadi tidak enak hati karena melihat sang Sultan yang merupakan sang raja kesultanan Yogyakarta mau rela berepot-repot melayani mereka dengan mengangkat sendiri kursi untuk mereka duduki.

Padahal, bisa saja sang Sultan menyuruh para pelayannya untuk mengangkat kursi tambahan bagi tamunya. 

Rasa kagum para wartawan makin bertambah pada sang Sultan,karena sang Sultan mengambil sendiri remote control AC yang disimpan diruangan lain , dan menyalakan sendiri AC dengan remote control tersebut ,karena suhu ruangan pada malam tersebut  memang panas. 

Padahal, bisa saja Sang Sultan yang merupakan Raja Kesultanan Yogyakarta, berteriak memerintah pelayannya untuk mencari dimana remote control tersebut berada dan menyalakan AC nya. Peristiwa tersebut kemudian menjadi salah satu berita di harian surat kabar nasional, Kompas, 1 April 2012.

Sang sultan mau dengan rendah hati melayani tamunya yang 'walau' bukan 'tamu penting', menunjukkan bahwa kualitas kepemimpinan seseorang yang begitu dikagumi orang banyak.

Menjadi pemimpin bukan berarti bisa dengan seenaknya menggunakan kekuasaan yang dimilikinya untuk berbuat seenaknya, memerintah anak buahnya seenaknya.

Menjadi pemimpin yang kerjanya cuma bisa memerintah anak buahnya, itu bisa dilakukan oleh banyak orang.

Namun, pemimpin yang luar biasa dan dikenang banyak orang adalah pemimpin yang mau melayani anak buahnya, orang yang ada dibawahnya dengan sikap penuh dengan kerendahhatian, memiliki empati yang bisa menyentuh perasaan orang, persis seperti yang telah diteladani oleh sang Sultan Hamengku Buwono X, sehingga akhirnya perbuatannya dapat terus dikenang dan dibicarakan orang terus.

Bagaimana dengan anda? menjadi pemimpin di kantor, ataupun pemimpin di keluarga, rasanya , sikap kerendahhatian dan mau melayani adalah sikap yang perlu diusahakan, sehingga orang menghormati kita sebagai pemimpin bukan karena takut kepada kita, melainkan karena segan , hormat dan kagum akan sikap kita yang menjadi teladan baik bagi mereka.